Soal Tes Wawancara LPDP

By September 1, 2022 soal tes lpdp, Tahap Beasiswa LPDP
Soal Tes Wawancara LPDP

Soal Tes Wawancara LPDP

 

Soal Tes Wawancara LPDP

 

 

Soal Tes Wawancara LPDP – Program beasiswa LPDP atau Program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan memiliki sejumlah proses seleksi yang harus diikuti. Salah satunya Soal Tes Wawancara LPDP. Untuk itu, bagi para peserta tentunya harus memahami cara menjawab Soal Tes Wawancara LPDP 2022. LPDP ini memang bergerak untuk meningkatkan kualita Sumber Daya Manusia (SDM) dan pendidikan di Indonesia. Caranya dengan memberi kesempatan bagi para peminat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

 

Cara menjawab Pertanyaan Wawancara LPDP

 

Berikut cara menjawab pertanyaan wawancara LPDP 2022 seperti dilansir dari berbagai sumber:

  • Perkenalan Diri (Please introduce yourself) Perkenalan diri merupaka pertanyaan yang selalu ditanyakan dalam proses wawancara. Sebaiknya masukkanlah detail detail penting saja seperti nama, latar belakang akademik dan tujuan. Hal seperti tempat tanggal lahir tidak perlu dijelaskan.
  • Kenapa Memilih Kampus Tersebut? Jawablah dengan alasan yang spesifik ke bidang studi yang dituju. Tidak perlu mengaitkan dengan ranking universitas karena terlalu general.  Soal Tes Wawancara LPDP
  • Kenapa Memilih Bidang Studi Tersebut? Jawablah dengan spesifik apa yang membuatmu tertarik di bidang studi tersebut dan jangan terlalu bertele tele.      Soal Tes Wawancara LPDP
  • Kenapa Memilih Lintas Jurusan? Bagi pendaftar yang bukan lintas jurusan dalam pemilihan program studinya tidak akan ditanyakan hal ini. Gunakanlah jawaban yang kuat seperti didukung dengan background pengalaman kerja dan lain sebagainya.                        Soal Tes Wawancara LPDP
  • Jelaskan Rencana Studi Hal ini mengharuskan pendaftar menguasai kurikulum yang akan dituju. Membaca website dan jika bisa download kurikulumnya untuk dipelajari dan dijelaskan nantinya. Bisa juga menanyakan pada alumni yang telah lulus dari universitas yang dituju.
  • Apakah ada Sub Bidang Spesifik yang Akan Dipelajari? Pertanyaan ini harus dijawab dengan jawaban yang memang dikuasai, karena termasuk ke dalam keinginan dan tujuan pendaftar.      Soal Tes Wawancara LPDP
  • Kontribusinya untuk Indonesia Buatlah rencana kontribusi jangka pendek dan jangka panjang untuk hal ini. Tunjukanlah ketulusan untuk berkontribusi ke Indonesia sesuai dengan bidang studi yang diambil.
  • Tantangan Apa yang Kira Kira akan Dihadapi? Ini masih terkait dengan pertanyaan sebelumnya tentang kontribusi untuk Indonesia. Jadi perbanyaklah membaca dan referensi tentang tantangan tantangan tersebut.
  • Pertanyaan Seputar Kepribadian Setelah itu pertanyaan akan berkaitan dengan kepribadian personal pendaftar untuk mengetahui kepribadian seseorang. Untuk menghadapi pertanyaan seperti ini lebih baik pendaftar jujur dan ceritakan apa adanya saja. Jangan melebih lebihkan dan mengurang ngurangi hal yang ada. Selalu simpulkan hikmah pada pengalaman yang dimiliki mau itu baik atau buruk. Sehingga perlu menggaris bawahi hal apa yang bisa membuat pendaftar lebih baik lagi kedepannya. Itulah cara menjawab pertanyaan LPDP 2022 yang bisa dilakukan. Untuk menghadapi tes wawancara ini memang diperlukan penguasaan materi dan banyak membaca. Terlebih lagi bagi pendaftar yang ingin masuk ke universitas di luar negeri.            Soal Tes Wawancara LPDP

 

Pertanyaan dalam tes LPDP adalah seputar diri dan kepribadian; seputar keluarga; dan seputar aspirasi akademik, profesional, dan kontribusi ke Indonesia.

 

  1. Seputar Diri dan Kepribadian

 

Pertanyaan-pertanyaan dalam wawancara LPDP 2022 seputar kepribadian, yakni sebagai berikut:

  • Jelaskan kepada kami mengenai dirimu.
  • Apa kelebihan dan kekurangan dalam dirimu?
  • Apa yang membedakanmu dengan pelamar beasiswa lain?
  • Mengapa kita harus memilihmu?
  • Apakah kamu percaya diri akan sukses? Mengapa?
  • Apa tujuan yang ingin kamu raih dalam jangka pendek dan jangka panjang?
  • Bagaimana kamu berencana meraih tujuan tersebut?
  • Apa yang akan kamu lakukan jika gagal beasiswa?            Soal Tes Wawancara LPDP
  • Menurutmu apa saja culture shock yang akan kamu hadapi di negara tujuan?
  • Bagaimana kamu mengatasi culture shock di negara tujuan?
  • Apakah kamu akan kembali ke Indonesia? Bagaimana kamu dapat membuktikannya?

 

  1. Seputar Keluarga

 

Keluarga juga menjadi poin besar pada beberapa pertanyaan wawancara LPDP 2022, yakni sebagai berikut:

  • Apakah kamu sudah menikah atau punya anak? Bagaimana pasangan atau anakmu jika kamu studi di luar negeri?                Soal Tes Wawancara LPDP
  • Bagaimana kamu yakin dapat memprioritaskan studi jika sudah punya keluarga?            Soal Tes Wawancara LPDP

 

  1. Seputar Aspirasi Akademik, Profesional, dan Kontribusi ke Indonesia.

 

Di bawah ini beberapa pertanyaan seputar aspirasi akademik, profesional, dan kontribusi ke Indonesia.

  • Mengapa kamu ingin melanjutkan studi pascasarjana?
  • Mengapa harus mengambil jurusan X di Universitas X?
  • Apakah kamu sudah punya LoA? Jika belum, bagaimana kamu yakin dapat diterima Universitas tujuan?
  • Apakah kamu yakin dapat menyelesaikan studi di Universitas tujuan?
  • Jelaskan mengenai riset yang akan kamu lakukan di Universitas tujuan.
  • Apakah riset ini dibutuhkan oleh Indonesia?
  • Siapa profesor yang kamu berencana untuk belajar darinya atau membantu penelitian kamu?
  • Apa yang akan kamu lakukan setelah kembali ke Indonesia?
  • Manfaat apa yang akan kamu berikan untuk Indonesia dalam jangka panjang dan pendek?
  • Apa urgensi bidang studi ini untuk Indonesia
  • Apa pegangan hidupmu sebagai warga negara Indonesia?
  • Menurutmu apakah Pancasila perlu diubah
  • Bagaimana kamu mengamalkan nilai-nilai Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari?

Kesalahan Saat Wawancara

 

Kesalahan-Kesalahan Saat Wawancara LPDP:

  • Menyombongkan prestasi          Soal Tes Wawancara LPDP
  • Bersikap iri atau membanding-bandingkan beasiswa LPDP dengan beasiswa lain di depan pewawancara
  • Menunjukkan sikap materialistis atau perhitungan

 

Tips Saat Wawancara

 

Dan berikut adalah tips-tips wawancara:

 

  • Jangan Menjawab Terlalu Normatif.

Teman-teman bisa bayangkan gak, pewawancara yang kalian hadapi itu mungkin sudah menghadapi puluhan peserta atau mungkin ratusan. Jawaban-jawaban normatif pasti diulang-diulang dalam setiap sesi wawancara dan itu membosankan. Jawaban normatif itu artinya jawaban dikembalikan kepada etika/aturan/norma/nilai yang sudah diketahui secara bersama. Seperti misalnya jika ditanya “Kenapa ingin melanjutkan sekolah S2 ke Inggris?” Lalu kamu menjawab “Saya ingin meningkatkan skill, menambah pengetahuan dan pengalaman, meningkatkan kebermanfaatan dsb.”. Itu adalah jawaban normatif. Lebih baik menjawab dengan detil dan spesifik, misalnya mengenai riset yang ingin ditempuh dan kenapa universitas atau supervisor di universitas tersebut menjadi perfect match buat minat riset kamu. Dan ya kenapa itu secara spesifik dapat berkontribusi untuk kemajuan Indonesia.

 

  • Data

Disini aku mau share sesuatu yang juga mungkin banyak diabaikan oleh peserta LPDP saat wawancara, yaitu kurangnya data. Data itu sangat penting sebagai amunisi untuk kalian wawancara. Memiliki data juga termasuk mencerminkan kecerdasan dan kesiapan kamu sebagai calon penerima beasiswa LPDP. Jangan sampai ketika ditanya, kita tidak tahu apa berbagai pertanyaan nasionalisme lainnya (organisasi separatisme, perda syariah, khilafah, komunisme, RUU ormas dsb) atau tidak tahu hubungan Indonesia dengan negara tujuan misalnya, pertanyaan seputar akademik seperti biaya studi, organisasi mahasiswa di kampus (islamic centre/komunitas Indonesia), penelitian profesor yang kamu tuju, urgensi jurusanmu di Indonesia dsb. Atau pertanyaan-pertanyaan umum mengenai LPDP, visi misi LPDP, empat nilai LPDP, dsb. Amunisi-amunisi seperti ini harus disiapkan jauh-jauh hari, segera setelah menyelesaikan tahap seleksi sebelumnya (Seleksi Berbasis Komputer).

 

  • Jawablah Sediplomatis dan Seobjektif Mungkin.

Biasa pewawancara itu sangat mungkin terjadi, khususnya di iklim politik saat artikel ini ditulis dan saat si penulis melakukan wawancara. Jadi berusahalah untuk menjawab sediplomatis dan seobjektif mungkin! Karena kamu tidak tahu si pewawancara berpihak pada partai mana atau bahkan Paslon Presiden yang mana atau memiliki pandangan seperti apa pada satu ideologi. Lanjut mengenai Perda Syariah, ya. Kalau saya ditanya apakah setuju atau tidak dengan Perda Syariah, saya akan menjawab seperti ini:        Soal Tes Wawancara LPDP

 

“Dalam UU kita tidak pernah ada istilah Perda Syariah, Pak. Yang ada adalah Perda Provinsi, Perda Kabupaten Kota, Perda daerah istimewa dan Qanun untuk Aceh. Jadi istilah perda syariah itu tidak ada di UU. Dan dalam setiap penyusunan UU, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri, dan Peraturan Daerah dilandaskan pada dua hal: Pancasila dan Konstitusi UUD 1945. Dimana sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa dan Pasal 29 ayat 1, Negara Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Sementara untuk Perda dilihat juga landasan sosiologis, sehingga sebuah perda itu disusun disesuaikan dengan kondisi sosial yang berlaku di masyarakat lokal. Selain itu, ‘memajukan kesejahteraan umum’ dalam pembukaan UUD 1945 ini juga dibedah lagi per-daerahnya, seringkali untuk memajukan kesejahteraan itu memiliki nilai dan norma yang sama dengan nilai-nilai agama, seperti membatasi alkohol untuk mencegah kejahatan.”     Soal Tes Wawancara LPDP

 

Disini, kita jangan terjebak dengan pertanyaan setuju atau tidak setuju dengan perda syariah. Melainkan memperlihatkan pengetahuan kita mengenai hal tersebut dan memposisikan diri kita secara objektif. Ingat, jangan terlalu terjebak pada pragmatisme juga.                              Soal Tes Wawancara LPDP  Soal Tes Wawancara LPDP        Soal Tes Wawancara LPDP

 

  • Jangan Baper.

Baiklah, seringkali pewawancara mungkin bertanya hal-hal yang menurutmu tidak patut atau memojokkanmu dari pengalamanmu atau argumentasi yang kamu miliki. Terkadang pewawancara bertanya mengenai hal-hal berbau SARA, memasuki ranah perdebatan, berkata dengan nada mengejek, bahkan mempertanyakan paslon presiden pilihanmu. Aku sih merasa dalam satu sesi wawancara tersebut, satu pewawancara memang ditugaskan untuk nyinyir terus. Pertanyaan seperti ini biasanya yang dinilah bukanlah isi dari jawabanmu, melainkan sikap kamu ketika mendapati pertanyaan itu. Apakah kamu baperan, marah, tersinggung, menangis, dsb. Karena kamu akan belajar di luar negeri dan negara akan berinvestasi ke dirimu, mereka mungkin perlu tahu apakah mental kamu cukup kuat atau tidak. Karena misalnya, konflik SARA di Amerika bisa lebih diskriminatif daripada di Indonesia. Kalau kamu langsung marah ditanya mengenai SARA saat wawancara LPDP, saat di luar negeri bisa jadi kamu lebih tidak siap jika dituduh sebagai teroris karena mengenakan jilbab.

 

Kalau bisa, ubah setiap pertanyaan sebagai ajang bagimu untuk semakin menunjukkan kualifikasi dan kualitas diri. Misalnya, kemarin saya mendapatkan sindiran seperti ini “Jangan-jangan nanti kamu pulang dari Amerika, malah menyebarkan paham feminis lagi.”. Saat itu saya terdiam, sekali lagi, jangan terjebak dengan pragmatisme dengan menolak mentah-mentah tanpa pengetahuan. Justru perlihatkan pengetahuanmu terkait hal itu. Jadi saya berkata “Saya tidak perlu menjelaskan diri saya sebagai feminis, pak.”. Dalam hati saya, karena Kartini adalah feminis tanpa lahir dari teori feminisme. Feminisme itu juga nilai yang seringkali kita implementasikan tanpa kita sadari.

 

Ini jawaban saya: “Karena feminis itu sendiri berbeda-beda pandangan tergantung budaya, adat, pemahaman, dsb. Dan jika didudukkan secara ilmiah, setahu saya feminis itu lahir dalam 4 gelombang. Gelombang pertama dan kedua adalah ketika di abad pertengahan, feminisme banyak mengakhiri buta huruf di kalangan perempuan-perempuan Eropa dan juga mengusung perempuan untuk juga aktif berpolitik. Tapi mungkin definisi feminisme yang sekarang implementasinya sudah bercampur dengan nilai liberalisme dan kebebasan, yang seringkali bertentangan dengan syariat dengan agama yang saya yakini yaitu Islam. Saya hanya menolak sesuatu yang bertentangan dengan syariat Islam, tidak mendefinisikan segala sesuatu yang bertentangan itu sebagai feminisme secara keseluruhan.”

 

  • Mampu Memasuki ‘Titik Bahaya’ Dengan Tahu Apa yang Kau Bicarakan!

Seringkali, seorang peserta berusaha menghindari rentetan pertanyaan dengan menjawab pendek-pendek atau seperlunya saja. Karena jika mereka menjawabnya panjang-panjang, si pewawancara malah tertarik pada satu aspek yang sebenarnya tidak benar-benar peserta itu kuasai. Jadi akhirnya, mereka berusaha menghindari jawaban yang panjang dan detil untuk menghindari ‘titik bahaya’. Paham kan maksudnya? Di saat bersamaan, ini akan membosankan bagi si pewawancara karena tidak ada lagi diskusi dan mereka tidak bisa menggalimu lebih jauh. Hal ini dapat diatasi kalau kamu paham dan tahu apa yang kamu bicarakan secara keseluruhan.      Soal Tes Wawancara LPDP

 

Misalnya, ketika saya ditanya apakah saya yakin saya akan sukses dan siap dengan dunia penelitian dan publikasi. Saya tidak menjawab, “Ya bu, saya yakin” begitu saja. Tapi saya menjelaskan lebih jauh, “Ya bu, saya yakin. Meskipun saya masih lulusan S1, namun saya sudah cukup familiar dengan dunia penelitian dan publikasi, seperti H-Index, APC, Open Access Journals, dan sistem bibliometrik di Indonesia.” Dan setelah itu ditanya lebih jauh mengenai jurnal terakreditasi dan ISSN, tapi karena saya tahu apa yang saya bicarakan sebelumnya, jadi saya tidak takut memasuki diskusi yang lebih dalam lagi.          Soal Tes Wawancara LPDP

 

Saya bergabung dalam grup LPDP LN di telegram, dan sebagian besar peserta banyak mengeluhkan diri mereka yang menjawab terlalu panjang lalu si pewawancara malah terartik pada aspek yang tidak dikuasai si peserta. Selanjutnya, hal itu malah berusaha digali terus oleh si pewawancara sampai akhir dan peserta terjebak jadi pada ‘titik bahaya’. Akhirnya peserta yang lain berkata, “Kalau gitu tips LPDP jawab pendek-pendek aja…”. Sekali lagi karena tulisan ini asumsi saya saja, menurut saya lebih baik jika menjawab panjang, detil, dan komprehensif tapi mengetahui apa yang dibicarakan. Karena kalau saya sendiri jadi pewawancara, saya pasti bosan banget kalau tidak bisa menggali peserta lebih jauh untuk tahu kualifikasi mereka yang sebenarnya.          Soal Tes Wawancara LPDP

 

Untuk mengantisipasi hal tersebut, kuasai’ titik bahaya’ mu apa saja, buat list semua pertanyaan yang mungkin muncul namun kamu tidak siap untuk jawab, dan persiapakan jawaban untuk hal-hal tersebut. Dua hari sebelum wawancara, titik bahaya saya adalah faktor akademik, “Kenapa harus melanjutkan sekolah ke LN dan bukan DN, kenapa harus NYU, kalau Psikologi kan lebih relevan belajar di Indonesia, apa urgensinya belajar di NYU untuk diterapkan di Indonesia dsb.” Jadi hal itu saya pelajari habis-habisan, saya melakukan riset, menggali lebih jauh, sampai saya menemukan jawaban yang saya cari.    Soal Tes Wawancara LPDP

 

  • Kalimat Mujarab Untuk Dikatakan

Saya merasa kalimat ini mujarab sekali dan penting untuk dikatakan. “Baiklah, Pak Bu… Sebelumnya saya memahami bahwa penerima beasiswa ini akan menggunakan uang pajak yang dibayarkan oleh rakyat demi melanjutkan studi lebih tinggi. Bagaimanpun saya akan berusaha untuk dapat mengembalikan nilai tambah dari beasiswa yang diberikan LPDP untuk saya kembalikan kepada masyarakat Indonesia.”

 

Kalimat ini menyiratkan bahwa kalian tidak hanya ada di posisi pelamar beasiswa, namun kalian juga memahami berada di posisi si pewawancara. Bayangkan, si pewawancara akan memberikan kalian uang banyak, miliaran rupiah, dan tentunya ssebaiknya kalian bisa mengerti ada di posisi mereka. Cobalah katakan “Saya mengerti/memahami bahwa ini akan menggunakan pajak rakyat” jadi kalian sadar, itu bukan uang kalian. Setelah itu, yakinkan bahwa kalian adalah kandidat yang tepat dan investasi yang baik bagi negara, “Saya akan berusaha mengembalikan nilai tambah dari beasiswa ini kepada Indonesia.”. Seperti, kalian berkata,

 

  • Aktivitas Sosial (Non-akademik) Itu Penting

Sehari sebelum saya wawancara LPDP, seorang awardee LPDP DN yang juga kakak kelas saya berkata. “Tahu gak Mar, kalau pewawancara nanya banyak banget tentang aktivitas sosial kamu, itu artinya kamu bakalan lulus. Percaya deh.” Dan memang benar sih, pewawancara kebetulan bertanya banyak sekali tentang aktivitas sosial yang kulakukan untuk bidang pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan keluarga berencana. Jadi teman-teman bisa memperkaya aktivitas dari sekarang atau mencoba menuliskan kontribusi sosial yang dilakukan dalam esai dan CV.      Soal Tes Wawancara LPDP

 

Nah, diatas adalah beberapa pertanyaan dan tips yang kami dapatkan. kalian juga nanti ngga bakal jauh-jauh beda dari pertanyaan-pertanyaan diatas kok. So, pelajari aja dulu.

Semoga bermanfaat khususnya buat teman-teman yang lagi prepare nih.

 

Leave a Reply