LPDP 2026: Jurusan yang Paling Banyak Ditolak Tahun Ini
LPDP 2026 kembali menjadi magnet bagi ribuan pelamar yang ingin menembus universitas terbaik dunia dengan dukungan penuh dari negara. Namun di tengah besarnya antusiasme itu, ada satu kenyataan penting yang sering diabaikan calon pendaftar: tidak semua jurusan memiliki peluang yang sama untuk lolos. Setiap tahun, ada pola seleksi yang menunjukkan bahwa sejumlah jurusan justru mencatat tingkat penolakan paling tinggi—meski peminatnya luar biasa banyak.
Fakta ini mungkin mengejutkan, tetapi justru inilah informasi yang dapat menentukan apakah kamu masuk ke tahap wawancara… atau justru terhenti di administrasi. Dengan memahami jurusan mana saja yang paling sering ditolak serta alasan di baliknya, kamu dapat mempersiapkan strategi yang jauh lebih matang dan meningkatkan peluang lolos secara signifikan.
Jika kamu serius ingin meraih LPDP 2026, pemahaman ini bukan sekadar tambahan—ini adalah keunggulan.
Baca Juga: Syarat LPDP 2026 Bocor! Banyak yang Belum Siap dengan Perubahan Ini
Jurusan yang Paling Banyak Ditolak LPDP 2026
1. Manajemen & Bisnis Umum
Jurusan ini adalah salah satu jurusan yang paling banyak ditolak dalam seleksi LPDP karena tingginya peminat dan lemahnya fokus kontribusi yang ditulis pendaftar. Banyak yang ingin mengambil MBA atau manajemen umum, namun reviewer LPDP menganggap terlalu banyak proposal yang tidak menunjukkan dampak nyata bagi Indonesia. Kenapa sering ditolak? karena LPDP butuh rencana kontribusi, bukan sekadar keinginan “meningkatkan kompetensi”. Namun kabar baiknya: kandidat dengan fokus pada UMKM, digitalisasi bisnis nasional, atau governance sektor publik justru sering lolos.
2. Ilmu Komunikasi
Ilmu komunikasi juga masuk daftar jurusan yang paling banyak ditolak karena banyak proposal bersifat normatif dan tidak menunjukkan urgensi nasional. Kenapa sering ditolak? karena kurang terhubung ke isu strategis nasional seperti keamanan digital, edukasi media, atau komunikasi risiko. Jika kamu mampu menunjukkan peran strategis komunikasi dalam menghadapi era digital, peluang kamu melonjak drastis.
3. Hukum
Hukum menjadi salah satu jurusan yang paling banyak ditolak LPDP ketika pendaftar memilih topik luas seperti hukum internasional atau human rights tanpa menjelaskan relevansinya terhadap kebutuhan hukum nasional. . Akibatnya, proposal dinilai kurang fokus dan tidak menunjukkan kontribusi yang nyata. Yang sering lolos adalah riset yang jauh lebih spesifik dan mendesak, seperti hukum siber, hukum energi, AI governance, dan reformasi regulasi, karena langsung menjawab tantangan hukum modern di Indonesia.
4. Psikologi
Psikologi juga masuk kategori jurusan yang paling banyak ditolak karena banyak proposal tidak memiliki arah riset yang jelas, hanya mencantumkan tujuan umum tanpa dampak praktis. Yang biasanya lolos adalah topik yang punya aplikasi langsung, seperti psikologi industri, kesehatan mental remaja, atau strategi pengembangan SDM nasional, karena dinilai lebih relevan dengan kebutuhan Indonesia saat ini.
5. Pendidikan
Pendidikan termasuk jurusan yang paling banyak ditolak LPDP karena mayoritas proposal terlalu luas dan tidak menawarkan solusi nyata untuk perbaikan sistem pendidikan. Reviewer mencari fokus yang lebih tajam dan inovatif. Yang lebih meyakinkan adalah tema seperti edtech, assessment literacy, dan kurikulum berbasis kompetensi, karena dapat memberi dampak langsung terhadap kualitas pembelajaran dan pemerataan akses pendidikan di Indonesia.
Mengapa Jurusan Ini Banyak Ditolak?
LPDP tidak menolak karena jurusannya “buruk”, tapi karena:
- LPDP Butuh Dampak Nasional yang Konkret
- Persaingan di Jurusan Populer Sangat Ketat
- Banyak Proposal Tidak Menjawab Kebutuhan Negara
Bagaimana Cara Tetap Lolos Meski Jurusanmu “Berisiko Tinggi”?
- Jadikan Rencana Kontribusi Sebagai Kekuatan Utama
- Pilih Spesialisasi yang Sangat Jelas
- Tulis Motivation Letter yang Tidak Klise
- Selaraskan Jurusan, Kampus, dan Riset
- Kuasai Wawancara dengan Narasi Visioner
Pada akhirnya, seleksi LPDP 2026 bukan hanya tentang jurusan apa yang kamu pilih, melainkan seberapa kuat kamu mampu membuktikan bahwa ilmu tersebut benar-benar akan memberi dampak bagi Indonesia. Meski ada jurusan yang secara statistik lebih sering ditolak, peluang tetap terbuka bagi mereka yang datang dengan persiapan matang, rencana kontribusi yang jelas, dan komitmen yang tak diragukan.
Ingat—LPDP tidak mencari pendaftar yang sekadar “ingin kuliah”, tetapi calon pemimpin yang memiliki visi, arah, dan keberanian untuk berkontribusi setelah kembali ke tanah air. Jika kamu bisa menunjukkan itu, jurusanmu bukan lagi hambatan. Justru kamu bisa menjadi contoh bahwa dengan strategi yang tepat, tekad kuat, dan narasi kontribusi yang solid, siapa pun bisa lolos LPDP 2026.
Jadi, apakah jurusanmu termasuk yang berisiko tinggi? Tidak masalah. Yang terpenting adalah bagaimana kamu membuktikan bahwa dirimulah kandidat yang layak diberi kepercayaan.



