7 Kebiasaan Penerima Beasiswa LPDP yang Bisa Kamu Tiru Sekarang!
Bisa lolos beasiswa LPDP adalah impian banyak pelajar dan profesional muda di Indonesia. Namun, di balik kesuksesan para penerimanya, ada pola kebiasaan yang membuat mereka berbeda dari pelamar lainnya. Mereka bukan hanya rajin belajar, tapi juga konsisten membangun sikap dan kebiasaan yang mendukung kesuksesan.
Kalau kamu sedang menyiapkan diri untuk mendaftar LPDP, yuk kenali dan mulai tiru tujuh kebiasaan berikut ini!
Baca juga : Apakah Bimbel Bisa Menjamin Lolos LPDP 2025? Ini Fakta yang Perlu Kamu Tahu
1. Punya Tujuan yang Jelas dan Komitmen yang Kuat
Sebelum mendaftar, para penerima LPDP umumnya sudah tahu dengan pasti apa tujuan mereka kuliah dan bagaimana hasil studinya nanti bisa bermanfaat bagi Indonesia. Mereka tidak hanya ingin “kuliah gratis”, tapi benar-benar ingin berkontribusi setelah pulang.
LPDP sendiri menekankan nilai “kembali untuk mengabdi”. Jadi, kalau kamu ingin mengikuti jejak mereka, mulailah dari sekarang dengan menulis tujuan studi dan visi jangka panjangmu. Ketika arahmu jelas, setiap langkah persiapan akan terasa lebih terarah dan bermakna.
2. Belajar dan Berlatih Secara Konsisten
Penerima beasiswa LPDP tidak menunggu waktu mepet untuk belajar. Mereka terbiasa mempersiapkan diri jauh-jauh hari dengan membuat jadwal rutin. Biasanya mereka membagi waktu untuk menulis esai, mengasah kemampuan bahasa Inggris, dan memahami format wawancara.
Belajar sedikit tapi rutin setiap hari jauh lebih efektif dibanding belajar semalaman menjelang batas waktu. Coba deh mulai dari hal sederhana—misalnya latihan menulis satu paragraf esai per hari atau membaca artikel berbahasa Inggris setiap pagi.
Kebiasaan kecil seperti ini lama-lama akan membangun ketahanan dan kesiapan mental yang kamu butuhkan saat seleksi LPDP nanti.
3. Aktif Membangun Jaringan dan Belajar dari Alumni
Satu hal yang menonjol dari para awardee LPDP adalah mereka tidak berjalan sendiri. Mereka rajin mencari informasi, mengikuti webinar, dan berinteraksi dengan alumni yang sudah lebih dulu lolos. Dari sana, mereka mendapat banyak wawasan—mulai dari cara menulis esai yang menarik hingga cara menghadapi sesi wawancara.
Kamu juga bisa mulai ikut komunitas atau forum penerima beasiswa di media sosial. Selain memperluas jaringan, kamu bisa mendapat dukungan moral dan motivasi yang besar dari orang-orang yang punya semangat sama.
4. Teliti dalam Mengurus Dokumen dan Persyaratan
Banyak pelamar gagal bukan karena kemampuan akademik, tetapi karena dokumen yang tidak lengkap atau salah format. Penerima LPDP selalu memastikan setiap dokumen—seperti ijazah, surat rekomendasi, dan sertifikat bahasa—sudah sesuai dengan panduan resmi di situs LPDP.
Kebiasaan memeriksa ulang sebelum mengirim dokumen adalah hal kecil yang bisa menyelamatkan kamu dari kegagalan administratif. Jadi, jangan tunda-tunda urusan berkas. Buat daftar periksa sejak awal dan pastikan semuanya siap jauh sebelum batas waktu pendaftaran.
5. Siap Secara Akademik dan Bahasa
LPDP memiliki standar kemampuan akademik dan bahasa yang cukup tinggi. Karena itu, penerima beasiswa biasanya sudah menyiapkan diri sejak lama—baik untuk TOEFL, IELTS, maupun kemampuan menulis akademik.
Mereka tidak hanya menghafal, tapi benar-benar memahami cara berpikir ilmiah yang dibutuhkan dalam studi lanjut. Kalau kamu ingin mengikuti jejak mereka, mulai saja dari hal sederhana seperti menonton video pembelajaran berbahasa Inggris, membaca jurnal, atau menulis esai pendek setiap minggu.
6. Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental
Proses seleksi beasiswa bisa cukup panjang dan melelahkan. Itulah kenapa para awardee LPDP menjaga keseimbangan antara belajar dan istirahat. Mereka tahu kapan harus beristirahat dan kapan waktunya fokus penuh.
Kebiasaan ini penting agar kamu tidak burnout di tengah jalan. Tidur cukup, makan sehat, dan olahraga ringan bisa membuat pikiran lebih segar. Ingat, energi positif dan mental yang stabil justru menjadi kunci saat menghadapi tes atau wawancara.
7. Berpikir tentang Kontribusi, Bukan Sekadar Prestasi
Kebiasaan terakhir ini mungkin yang paling membedakan penerima LPDP dari pelamar biasa. Mereka selalu memikirkan bagaimana ilmu yang diperoleh bisa membawa manfaat bagi banyak orang. Mereka tidak hanya ingin sukses secara pribadi, tapi juga punya tekad kuat untuk berkontribusi pada masyarakat dan negara.
Nilai “kontribusi untuk Indonesia” ini menjadi jiwa dari beasiswa LPDP. Jadi, mulai sekarang, coba pikirkan: setelah kamu lulus nanti, perubahan apa yang ingin kamu bawa untuk sekitarmu?
Lolos LPDP memang tidak mudah, tapi bukan berarti mustahil. Para penerima beasiswa membuktikan bahwa keberhasilan datang dari disiplin, komitmen, dan kebiasaan positif yang dijalankan terus-menerus.
Tujuh kebiasaan di atas bisa jadi panduanmu untuk memulai: punya tujuan jelas, belajar konsisten, membangun jaringan, teliti dokumen, siap akademik, jaga kesehatan, dan berpikir untuk berkontribusi.
Mulai biasakan hal-hal kecil itu sekarang juga. Karena dari kebiasaan sederhana, kesuksesan besar bisa tumbuh. Dan siapa tahu, nama kamu yang selanjutnya akan muncul di daftar penerima beasiswa LPDP berikutnya!



