8 Kesalahan Teknis Kecil yang Sering Menggugurkan Pelamar LPDP!
Melamar beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) adalah langkah besar untuk masa depan akademik — tetapi banyak calon pendaftar yang justru terhenti karena hal-hal teknis kecil saja. Padahal, dokumen pendaftaran LPDP sangat diperhatikan detailnya. Berikut beberapa kesalahan teknis yang sering dijumpai dan bisa membuat aplikasi LPDP kamu “gugur” sebelum sempat dinilai lebih dalam.
Baca juga : Apa Itu LoA Unconditional dan Mengapa Penting untuk LPDP 2025?
1. Dokumen Tidak Diunggah Semua atau Ada yang Terlewat
Salah satu penyebab paling umum kegagalan administrasi LPDP adalah lupa mengunggah dokumen penting. Menurut situs resmi LPDP, banyak pelamar gagal karena “ada dokumen yang terlewat / tidak diunggah.”
Misalnya, bisa saja surat rekomendasi, LoA, transkrip nilai, atau sertifikat bahasa. Karena LPDP memiliki daftar dokumen wajib untuk masing-masing program beasiswa, sangat penting untuk mencocokkan checklist pendaftaran dengan dokumen yang akan diupload.
2. Format Dokumen Tidak Sesuai Ketentuan
Dokumen yang diunggah harus benar-benar sesuai dengan format dan spesifikasi ukuran file yang dipersyaratkan oleh LPDP.
Menurut Kebijakan Umum LPDP, jenis dokumen yang diunggah harus sesuai buku panduan beasiswa yang dipilih, dan file tersebut harus bisa dibaca dengan jelas. Jika ukuran file terlalu besar, kurang lega, atau formatnya bukan PDF (jika LPDP mensyaratkan PDF), maka bisa jadi aplikasi kamu ditolak pada tahap administrasi.
3. Ketidaksesuaian Data pada Formulir dan Dokumen
Sering sekali pelamar salah menuliskan tanggal, nama institusi, atau detail lain di form pendaftaran dibandingkan dengan informasi di dokumen resmi seperti ijazah, transkrip, atau LoA. Kesalahan kecil seperti ini bisa membuat LPDP memandang data kamu tidak valid. (
Selain itu, dalam kebijakan LPDP disebutkan bahwa data yang diinput di aplikasi harus sesuai dengan dokumen yang diunggah. Pastikan semua informasi konsisten dan akurat sebelum menekan tombol “submit”.
4. Surat Rekomendasi / Usulan Tidak Sesuai Standar LPDP
Surat rekomendasi adalah dokumen penting dan sering menjadi titik kegagalan pelamar. LPDP menyatakan bahwa surat rekomendasi harus menggunakan format resmi yang diberikan LPDP.
Kesalahan yang sering terjadi misalnya:
- Surat rekomendasi dibuat lebih dari satu tahun sebelum pendaftaran.
- Tidak ditandatangani oleh pemberi rekomendasi.
- Untuk pendaftar dari TNI/POLRI/PNS: surat usulan yang harus dibuat sesuai format LPDP dan di tahun pendaftaran.
5. Sertifikat Bahasa Inggris Kadaluarsa atau Tidak Valid
Sertifikat bahasa Inggris seperti TOEFL atau IELTS sangat diperhatikan oleh LPDP. Banyak pendaftar gagal karena:
- Skor di bawah minimum yang dipersyaratkan.
- Menggunakan “prediction test” (hasil tes prakiraan), yang tidak diterima oleh LPDP.
- Sertifikat tidak diverifikasi keasliannya pada portal lembaga penerbit sertifikat.
- Sertifikat sudah kedaluwarsa (LPDP hanya menerima yang masa berlakunya masih valid sesuai ketentuan).
6. Letter of Acceptance (LoA) yang Tidak Lengkap atau Bersyarat
LoA adalah bukti kamu diterima di universitas tujuan, dan LPDP punya persyaratan khusus untuk LoA:
- LoA harus menyebut tanggal “intake” atau mulai studi. Jika tidak, ini bisa jadi masalah.
- Program studi atau universitas harus sesuai dengan pilihanmu di aplikasi LPDP.
- LoA tidak boleh bersifat “conditional” (misalnya, menyebut syarat tambahan agar diterima). LPDP lebih memilih LoA unconditional.
- Jika LoA menunjukkan bahwa jadwal kuliah dimulai lebih awal dari ketentuan LPDP, pelamar harus menyertakan surat penundaan (defer) dari universitas.
Jika ada ketidaksesuaian di LoA, besar kemungkinan aplikasi administrasi LPDP akan ditolak.
7. Unggah Terlambat atau Menunggu Detik Terakhir
Menunda proses unggah dokumen hingga mendekati batas waktu pendaftaran bisa sangat berisiko. Beberapa pelamar mengalami masalah teknis — seperti koneksi internet lambat, server padat, atau file gagal diupload — ketika menunggu detik terakhir.
Lewat dari deadline = risiko besar gagal di tahap administrasi, meskipun sebenarnya semua dokumen sudah siap.
8. Menyampaikan Informasi Tidak Valid atau Tidak Jujur
LPDP sangat tegas soal kejujuran data. Jika ditemukan dokumen yang tidak benar atau tidak sesuai dengan fakta (misalnya ijazah palsu, skor TOEFL tidak valid, atau data pribadi yang dipalsukan), konsekuensinya bisa sangat berat: pelamar bisa langsung gugur dan bahkan diblokir dari pendaftaran selanjutnya.
Hal ini bukan hanya soal gagal seleksi, melainkan kredibilitas kamu sebagai kandidat beasiswa.
Kesalahan teknis kecil memang bisa tampak “sepele”, tapi dampaknya bisa sangat besar dalam proses seleksi LPDP. Karena LPDP sangat ketat dan teliti dalam menilai administrasi, detail sekecil apa pun bisa menjadi penentu nasib aplikasi kamu.
“Pendaftaran LPDP adalah maraton, bukan sprint. Menang bukan hanya soal melemparkan dokumen sebanyak mungkin, tetapi soal menyiapkan setiap berkas dengan cermat. Luangkan waktu ekstra untuk cek ulang semua file sebelum kamu tekan ‘submit’. Ingat — persiapan yang teliti hari ini bisa membuka gerbang masa depan yang penuh peluang.”
Semoga kamu berhasil melewati tahap administrasi dan melaju ke seleksi berikutnya dengan lebih percaya diri!


